Tampilkan postingan dengan label Pizza. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pizza. Tampilkan semua postingan
Rabu, 06 Februari 2013
Bread Pizza
Ini kerjaan wiken kemarin. Mengkaryakan sisa bahan topping dari pizza minggu sebelumnya. Tapi kali ini nyobain resep lain. Resepnya berbahan dasar roti, jadi bukan pizza tipis crunchy kayak sebelumnya. Bikin setengah resep, jadinya udah melimpah ruah! 12 buah mini pizza, 1 loyang pizza besar dan masih ada sisa adonan untuk dijadikan roti isi.
Kali ini puaass banget ama hasilnya. Lembut, wangi, gurih. Hihihihi. Walopun bentuknya belum sempurna.
Adonan pertama yang dicetak ketebelan, di resep disuruh nimbang per 16gr, berhubung ga punya timbangan digital, jadilah ilmu kira-kira. Setelah disusun di loyang muffin isi 6, mulai ditekan-tekan membentuk dasar loyang. Nah ini masalahnya, karena adonan yang kuambil terlalu besar, jadinya agak tebal, belum lagi pas difoto-foto dia ngembang lagi kelamaan ditaruh luar. Setelah dipanggang, alamaaaakkk.. Ini mah cupcake topping pizza hahaha. Tebel pisan euy! Untuk loyang kedua, udah punya gambaran seberapa besar adonan yang harus disusun, hasilnya pun lebih bagus.. Tipis kaya pizza mini gitu. Loyang ketiga aku taruh di loyang pizza standard, soalnya kelamaan kalo make loyang muffin, harus gantian karena cuma punya 1. Ternyata masih ada sisa adonan (setengah resep aja buanyaaaak hasilnya), iseng pengen bikin roti isi. Diisi DCC dan quick melted cheese. Jadi 3 biji. Bentuknya? Jangan ditanya.. Ga sama rata hahahaha. Ada yang bulet ada yang peyang. Dan pada saat dipanggang, meletus sempurna isinya (tepok jidat)
Itu difoto bukan sengaja dibuka ya.. Tapi meletus pas dipanggang hihihihi. Yang penting nampang di blog :D
Sumber resep: Hesti Kitchen
Bahan :
- 400 gr tepung terigu protein tinggi
- 200 gr tepung terigu protein sedang
- 70 gr gula pasir
- 1 butir telur
- 3/4 sachet ragi instant (1 sachet = 11 gr)
- 1 sdt garam
- 50 gr margarin
- 300 ml air hangat
Saus Topping :
- 2 siung bawang putih, geprek, cincang halus
- 250 gr bawang bombay, cincang halus
- 1 1/2 botol saus tomat
- gula pasir secukupnya
- garam secukupnya
- merica secukupnya
- 1 1/2 sdm oregano bubuk
- 1 sdt basil
- 500 gr daging cincang
- air secukupnya
- minyak secukupnya untuk menumis
Taburan :
- paprika, potong kotak kecil
- keju mozarella atau quick melt
- jamur kancing kaleng, dipotong potong
- sosis, dipotong potong (tumis sebentar bersama jamur dengan sedikit minyak)
Cara membuat :
Saus : panaskan minyak, tumis bawang putih sampai wangi. Masukkan bawang bombay cincang. Tumis sampai bawang bombay wangi dan warnanya menjadi transparant. Masukkan daging cincang. Tumis sampai berubah warna sambil diaduk aduk. Tambahkan air secukupnya (sekitar 1 botos saus tomat, dimasak sampai air menyusut dan saus menjadi kental). Tambahkan bumbu garam, merica dan gula. Cicipi apa yang kurang. Masak dengan api kecil sampai saus mengental. Ketika lompor mau dimatikan, tambahkan oregano dan basil. Aduk rata dan matikan api. Dinginkan.
Campur semua bahan kering, aduk rata. Tuang telur dan air hangat sambil dikocok menggunakan mixer spiral sampai kalis.
Tambahkan garam dan margarin sambil terus dikocok sampai rata dan elastis. Tutup dengan serbet basah. Fermentasikan 30 menit.
Ambil adonan dan timbang masing masing 16 gr dan bulatkan lalu letakkan di dalam loyang muffin yang sudah dioles margarin. Pipihkan ke samping samping dengan bantuan tangan. Beri saus daging, susun jamur dan sosis serta paprika. Usahakan saus tidak mengenai pinggir loyang agar tidak melengket. Diamkan sekitar 15 menit. Taburi keju mozarella.
Panggang sekitar 10-12 menit dengan panas oven 400 F. Angkat, langsung lepaskan dari loyang.
Jumat, 01 Februari 2013
Super Supreme Pizza
Minggu lalu pak suami request dibikinin pizza. Dalam hati "Aduh, jadi gak ya?"
Sebelumnya sudah 2x gagal bikin pizza yang sempurna. Sempurna dalam arti memuaskan lahir batin hahaha. Lahir rasanya, batin penampakannya. Pertama kali bikin pizza mungkin setaun lalu, minta resep mertua, yang kata misua pizza mamanya enak banget. Mama mertua memang bakul kue, pastilah dari kecil misua sudah terbiasa jajanan sehat&enak dirumahnya. Sedangkan aku? Anak jalanan yang hobi kedua ortunya njajan diluar, boro-boro diajarin bikin kue, masuk dapur aja bisa diitung jari. Hadeeuuhh! Sesat emang hihihihi.Pas dikasih resep, ga make nanya, langsung dong praktek. Dan taraaaaaaaa... Pizza nya tembem!! Yak tembem banget! Ga kebayang kalo 1 resep itu bisa untuk 2-3 loyang, dan aku jadikan cuma 1 loyang, alhasil mekar semekar-mekarnya. Ngakak berdua ma suami. Udahlah pengalaman pertama buat pelajaran. Dan baiknya suamiku, dia mau makan pizza nya disaat istrinya ngeliat aja udah gamau hahahaha.
Yang kedua, nyoba nyari resep lain dari internet. Sok pinter dong, cari resep pizza hut, dengan harapan bisa sama, atau minimal mendekati. Ulen mengulen dimulai, gatau cara nguleni yang baik dan benar gimana, pokoknya diulet-ulet terus adonannya. Kali itu bikin setengah resep, biar ga tembem lagi. Dan hasilnya lebih baik dari yang pertama, tebal sudah pas, rasa topping enak, tapiiiiii kok keras pas udah dingin??? Huhuhuhu..
Untuk ketiga kalinya, suami request pizza lagi. Masih penasaran. Dia mau pizza tipis yang kayak di Pizza Hut jadi crunchy bukan tebal kayak tekstur roti. Searching resep, nemu di blognya mbak Ricke. Pizza crust, kalo beliau bilang. Jujur aja masih deg-degan kalo bikin adonan yang pake nguleni, gatau salahnya dimana tapi ga pernah bisa kalis elastis. Kalis elastis itu kalo adonan ditarik panjang gak putus tapi melar aja. Nguleni setengah jam belum kalis, 45 menit belum kalis, sejam belum kalis juga?? OMG! Tangan udah merah, capek! Hiks. Nekat ajalah langsung diproofing. Jadi atau gak urusan belakangan.
Udah nyiapin topping, saos pelapis, dan bahan lainnya. Suamiku loh yang nyiapin semua. Motong-motong, masak saos, yah walopun tetep harus dikomandoin hihihi. Sejam proofing, dicek, alhamdulilah ngembang adonannya. Langsung taruh di loyang pizza, bentuk bulat&tebal bagian pinggirnya. Isi topping, oven. Di resep waktu pengovenan 15'. Tapi adonanku sepertinya kurang kering, pede aja nambah waktu ngoven. Hampir 45' total pengovenan. Pas kluar oven.. Cihuy, cantik&wangi. Pas mau dipotong, ups! Lha kok bunyi klek klek.. Kulitnya keraaass (lagii???)
Suami udah ga tahan laper, langsung diembat. Katanya enak kok walopun kriuk-kriuk wakakakak. Untungnya yang keras bagian pinggir yang ga kena topping aja, bagian dalam agak empuk, mungkin karena lembab kena topping saosnya. Suami sih suka, enak tipis ga eneg. Yah walopun harusnta ga bonus keras ya hihihihi. Setelah baca-baca ada beberapa kesalahan di pembuatan adonanku. Pertama, nguleni terlalu lama (kalo pizza ternyata ga perlu sampe kalis elastis kayak bikin roti), kedua, sesaat setelah proofing pertama, cetak di loyang, seharusnya diproofing lagi baru kasih topping&dioven (tepok jidat lupa), ketiga, waktu pengovenan tidak boleh terlalu lama, itu membuat kulit terlalu kering akhirnya keras. Nambah ilmu deh. Belum kapok bikinnya, lain kali masih mau nyoba :D
Sebelum bikin pizza, WAJIB baca trik-trik disini
CHEESE MUSHROOM PIZZA
by Ricke IndrianiPizza crust:
125 gram terigu protein tinggi
50 gram terigu protein sedang
3 gram ragi instant
100 ml air hangat
1/2 sdt gula pasir
1 sdm minyak zaitun (atau vegetable oil lainnya)
sejumput garam
Cara membuat dough:
Campurkan ragi instant, gula pasir dan air hangat. Biarkan sekitar 10 menit hingga terlihat berbusa.
Campurkan tepung terigu, buat lubang di tengahnya. Tuang air ragi di tengah terigu sambil diaduk rata dengan tangan.
Tambahkan minyak zaitun, uleni hingga rata setengah kalis. Masukkan garam. Uleni lagi hingga kalis dan adonan licin.
Bulatkan adonan, tempatkan dalam wadah yg dioles minyak. Tutup dengan plastik wrap atau serbet. Biarkan 45 menit-1 jam hingga mengembang 2x lipat.
Saus:
3 buah tomat, haluskan (blender)
4 sdm saus tomat atau tomat pasta
1 siung bawang putih, cincang halus
1/2 buah bawah bombay, cincang kasar
Jamur merang secukupnya, cincang kasar
Garam, gula pasir, merica bubuk dan pala bubuk secukupnya
Oregano kering, basil kering, rosemary kering secukupnya
Minyak goreng untuk menumis
Cara membuat saus:
Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. Masukkan jamur merang cincang, tumis hingga agak layu. Masukkan tomat yg sudah dihaluskan. Masak hingga airnya berkurang. Masukkan saus tomat. Aduk rata. Tambahkan garam, gula pasir, merica bubuk dan pala bubuk. Cicipi. Masukkan oregano, basil dan rosemary. Aduk rata. Dinginkan.
Topping:
Jamur kancing kalengan (champignon)
Jamur enoki segar
1/2 buah bawang bombay iris bentuk cincin
Mozarella cheese, parut kasar
Parmesan cheese parut halus
Penyelesaian:
Panaskan oven 200'C.
Tipiskan dough sampai ketebalan sekitar 0,5 cm. Letakkan di loyang tipis yang sudah dioles minya. Strech dari tengah ke bagian pinggirnya, bentuk sesuai selera.
Beri saus dengan merata. Beri mozarella cheese, tata jamur kancing, jamur enoki dan bawang bombay. Taburi parmesan cheese. Taburi lagi dengan mozarella cheese. Beri taburan sedikit oregano kering.
Panggang 15-20 menit sampai keju meleleh dan terlihat agak meletup-letup. dan pinggiran crust sudah crispy.
Angkat dan sajikan hangat dengan saus sambal/saus tomat botolan sesuai selera.
aku bikin 1/2 resep untuk 1 loyang yang tipis
Rabu, 30 Januari 2013
Mengenal Cara Membuat Pizza
Setelah
baca-baca dari buku dan majalah tentang pizza, ada banyak hal penting
yang harus kita perhatikan dalam pembuatan pizza agar pizza yang kita
buat tuh empuk, dan enak pastinya.. Disini aq rangkum dan coba berikan
ulasan yang semoga bisa bermanfaat buat sahabat-sahabat bunda.
Meski
termasuk jenis roti, ternyata bikin pizza tuh gak sesulit bikin roti.
Contohnya, kita gak perlu ngulenin pizza sampai elastis. Gak kayak
roti.. tapi tetep ada beberapa hal yang wajib kita pahami dulu supaya
gak keliru. Nah, ini dia rahasianya.
Bahan-bahan pembuatan pizza, yaitu
Terigu, ini adalah bahan utama pembuatan pizza. Tepung yang dipakai adalah terigu dengan protein sedang atau protein tinggi.
Dalam pembuatan pizza, tidak perlu harus menggunakan terigu protein
tinggi seperti pada pembuatan roti. Pemakaian terigu protein sedang
akan menghasilkan pizza yang empuk. Selain menggunakan tepung, kadang
juga digunakan whole wheat flour atau tepung semolina -tepung gandum-. Kedua tepung ini membuat rasa pizza menjadi berbeda, lebih harum dan tentu saja lebih berserat.
Ragi/Yeast, praktisnya kita pake ragi instan (misal, Haan, Fermipan atau Saft Instan). Ragi instan tidak perlu direndam dulu dalam air panas, tapi langsung diaduk dalam adonan.
Cairan, bisa berupa air biasa atau susu.
Lemak, untuk membuat pizza biasanya menggunakan minyak goreng atau olive oil. Pizza yang asli dibuat dengan minyak zaitun. Kalo kata pakar pizza, pilih minyak zaitun yang warnanya lebih gelap dan lebih hijau. Semakin gelap dan hijau warna minyaknya, semakin harum pizzanya. Tapi kalo kita gak suka dengan bau minyak zaitun, bisa diganti dengan margarin/mentegabsupaya hasilnya lebih kaya rasa. Hasil akhir pizza dengan menggunakan minyak akan lebih padat dibandingkan dengan menggunakan margarin/mentega. Tapi pizza dengan menggunakan minyak, rasa akan lebih pizza....
Garam dan Gula, pada pizza garam berfungsi sebagai pemberi rasa sekaligus membantu menciptakan tekstur pada pizza. Sedangkan gula, selain memberikan rasa, gula membantu mengembangkan adonan, juga memberikan warna pada kulit pizza.
Tomat, merupakan bahan dasar saus. Gunakan tomat segar ya..bisa yang matang atau setengah matang.
Herbs (dedaunan wewangian), amat penting untuk menimnulkan harum pizza yang sesungguhnya. Dedaunan yang digunakan bisa daun segar atau daun yang sudah dikeringkan. daun yang sering digunakan biasanya oregano, basil, peterseli, dan chives, thymes dan rosemary.Semua daun kering ini bisa didapat di supermarket dan biasanya sudah dikemas dalam botol kecil.
Keju, buatku ini menjadi toping utama yang gak boleh terlewatkan..hehe.. Pizza tanpa keju pasti rasanya tidak mirip pizza. Pada umumnya untuk pembuatan pizza, keju yang digunakan adalah keju mozarella, keju yang akan meleleh jika dipanaskan. Sebagai akibatnya, pizza disarankan disantap sepanas mungkin supaya keju tidak kembali mengeras. Bila pizza dipotong, keju akan elastis seperti karet dan membentuk benang-benang panjang. Selain mozarella, bisa digunakan keju lain yang jyga memberikan efek meleleh ketika dipanaskan, misalnya gouda, brie, atau keju swiss.
Daging-dagingan, yang dipilih sebagai toping pizza sangat beragam, bisa daging sapi giling, daging ayam giling, udang, ikan atau daging olahan seperti sosis atau daging asap. Bahan pelengkap lain selain daging sebagai toping, biasanya paprika, terong, buah (biasanya nanas, zaitun)
Proses pembuatan pizza
Cara membuat kulit pizza memang sangat sederhana. Yuuk, mari kita jelajahi satu persatu proses pembuatan pizza ini.
Cara mengadoni
Pembuatan pizza bisa dilakukan dengan biang dan tanpa biang. Dengan menggunakan biang akan menghasilkan pori-pori yang lebih halus. Proses dengan biang harus diawali dengan pembuatan biang yang harus didiamkan selama 10 menit sebelum dicampur ke dalam bahan lainnya. Proses selanjutnya, tepung terigu, ragi, gula, dan cairan diuleni sampai rata lalu ditambahkan lemak dan garam. Pada pembuatan dengan biang, biang ikut dicampurkan dengan campuran tepung ini. Pengulenan tidak perlu terlalu lama. Yang penting sudah terlihat licin dan tidak menggerindil. Sekali lagi, adonan sama sekali tidak perlu elastis. Khusus untuk adonan yang menggunakan minyak, setelah minyak masuk, adonan hanya boleh diuleni sampai minyak tercampur. Adonan cukup dibanting-banting dan tidak boleh ditarik-tarik agar teksturnya tidak rusak.
Fermentasi
Adonan yang sudah kalis, ditutup dengan serbet lembab selama 30 menit supaya mengembang (untuk pizza tanpa biang) dan 10 menit untuk pizza dengan biang.
lama fermentasi tergantung kualitas ragi dan cuaca. Kita bisa melihat ketepatan waktu fermentasi dengan melihat tekstur adonan, kalo terlihat sudah berserat, artinya waktu fermentasi sudah cukup.
Adonan kemudian dipipihkan sekaligus dibentuk sesuai keinginan. Penipisan adonan berguna supaya udara didalam adonan keluar semua dan serat pizza menjadi halus.
Setelah itu, dilakukan fermentasi lagi selama kurang lebih 30 menit sampai 1 jam. Selama fermentasi, adonan harus ditutup.
Tips membuat pizza
Cairan, bisa berupa air biasa atau susu.
Lemak, untuk membuat pizza biasanya menggunakan minyak goreng atau olive oil. Pizza yang asli dibuat dengan minyak zaitun. Kalo kata pakar pizza, pilih minyak zaitun yang warnanya lebih gelap dan lebih hijau. Semakin gelap dan hijau warna minyaknya, semakin harum pizzanya. Tapi kalo kita gak suka dengan bau minyak zaitun, bisa diganti dengan margarin/mentegabsupaya hasilnya lebih kaya rasa. Hasil akhir pizza dengan menggunakan minyak akan lebih padat dibandingkan dengan menggunakan margarin/mentega. Tapi pizza dengan menggunakan minyak, rasa akan lebih pizza....
Garam dan Gula, pada pizza garam berfungsi sebagai pemberi rasa sekaligus membantu menciptakan tekstur pada pizza. Sedangkan gula, selain memberikan rasa, gula membantu mengembangkan adonan, juga memberikan warna pada kulit pizza.
Tomat, merupakan bahan dasar saus. Gunakan tomat segar ya..bisa yang matang atau setengah matang.
Herbs (dedaunan wewangian), amat penting untuk menimnulkan harum pizza yang sesungguhnya. Dedaunan yang digunakan bisa daun segar atau daun yang sudah dikeringkan. daun yang sering digunakan biasanya oregano, basil, peterseli, dan chives, thymes dan rosemary.Semua daun kering ini bisa didapat di supermarket dan biasanya sudah dikemas dalam botol kecil.
Keju, buatku ini menjadi toping utama yang gak boleh terlewatkan..hehe.. Pizza tanpa keju pasti rasanya tidak mirip pizza. Pada umumnya untuk pembuatan pizza, keju yang digunakan adalah keju mozarella, keju yang akan meleleh jika dipanaskan. Sebagai akibatnya, pizza disarankan disantap sepanas mungkin supaya keju tidak kembali mengeras. Bila pizza dipotong, keju akan elastis seperti karet dan membentuk benang-benang panjang. Selain mozarella, bisa digunakan keju lain yang jyga memberikan efek meleleh ketika dipanaskan, misalnya gouda, brie, atau keju swiss.
Daging-dagingan, yang dipilih sebagai toping pizza sangat beragam, bisa daging sapi giling, daging ayam giling, udang, ikan atau daging olahan seperti sosis atau daging asap. Bahan pelengkap lain selain daging sebagai toping, biasanya paprika, terong, buah (biasanya nanas, zaitun)
Proses pembuatan pizza
Cara membuat kulit pizza memang sangat sederhana. Yuuk, mari kita jelajahi satu persatu proses pembuatan pizza ini.
Cara mengadoni
Pembuatan pizza bisa dilakukan dengan biang dan tanpa biang. Dengan menggunakan biang akan menghasilkan pori-pori yang lebih halus. Proses dengan biang harus diawali dengan pembuatan biang yang harus didiamkan selama 10 menit sebelum dicampur ke dalam bahan lainnya. Proses selanjutnya, tepung terigu, ragi, gula, dan cairan diuleni sampai rata lalu ditambahkan lemak dan garam. Pada pembuatan dengan biang, biang ikut dicampurkan dengan campuran tepung ini. Pengulenan tidak perlu terlalu lama. Yang penting sudah terlihat licin dan tidak menggerindil. Sekali lagi, adonan sama sekali tidak perlu elastis. Khusus untuk adonan yang menggunakan minyak, setelah minyak masuk, adonan hanya boleh diuleni sampai minyak tercampur. Adonan cukup dibanting-banting dan tidak boleh ditarik-tarik agar teksturnya tidak rusak.
Fermentasi
Adonan yang sudah kalis, ditutup dengan serbet lembab selama 30 menit supaya mengembang (untuk pizza tanpa biang) dan 10 menit untuk pizza dengan biang.
lama fermentasi tergantung kualitas ragi dan cuaca. Kita bisa melihat ketepatan waktu fermentasi dengan melihat tekstur adonan, kalo terlihat sudah berserat, artinya waktu fermentasi sudah cukup.
Adonan kemudian dipipihkan sekaligus dibentuk sesuai keinginan. Penipisan adonan berguna supaya udara didalam adonan keluar semua dan serat pizza menjadi halus.
Setelah itu, dilakukan fermentasi lagi selama kurang lebih 30 menit sampai 1 jam. Selama fermentasi, adonan harus ditutup.
Tips membuat pizza
- taburkan meja tempatvmenggiling adonan pizza dengan tepung terigu agar adonan tidak menempel
- adonan yang sudah dibentuk, diletakkan di loyang yang sudah ditabur terigu agar kulit pizza tidak kering
- ketika meletakkan adonan di dalam loyang, bagian pinggir harus dibuat lebih tebal.
- oleskan olive oil begitu pizza matang agar mengkilat
- untuk adonan yang dicetak dalam loyang, dorong terus ke pinggir agar adonan tidak tertarik ke tengah waktu fermentasi atau dioven.
- pengovenan pizza tidak perlu terlalu lama, cukup sampai setengah matang, hingga pizza tidak menjadi terlalu keras ketika dioven bersama toping
- pizza yang sudah dioven setengah matang, bisa disimpan dalam freezer dalam keadaan tertutup rapat. setiap akan menyantap pizza, tinggal dipanaskan
- adonan pizza yang belum dioven juga bisa distok dalam freezer. simpan sebelum adonan difermentasi terakhir. penyimpanan dalam wadah yang tertutup. bila akan digunakan, keluarkan hingga suhu ruang. setelah itu, fermentasikan hingga waktu yang telah ditentukan
Sumber : Buku 52 Resep Pizza dan Sedap Sekejap edisi 1/III/2022
Langganan:
Postingan (Atom)




